Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-

Catper Hitchhiker: Hitching Lola Bandung Ala Ejie

 


Pertemuan yang terlewat 1 halte tak masalah.
Jalan kaki ke arah Tol Cempaka Putih.
Menunggu 1 jam, mendapatkan 2 kendaraan hitchingan.
Pegal kaki, ganti kendaraan, dan sampai di rumah nenek Tides, akhirnya membuat kami tersenyum sampai dengan selamat.
Terima kasih Allah.. ^^

 

Hum nenek Tides(doc Tides, photo by me)
Hum nenek Tides
(doc Tides, photo by me)

08 Maret 2013

  • Sedikit Mengenai Tides

Tides, my partner in Backpacking Race Solorizing Borobudur last year.
Masih muda, energik, tinggal di Bandung, kerja di Jakarta.
Anak pertama dari 3 bersaudara (esalah nda yah Ejie?)
Hobi travelling, snorkeling, diving, dan backpackeran.
Setahu Ejie, kerjanya banyak berhubungan dengan lappy juga informasi yang tak jauh dari hobinya itu, travelling.

Umm.. kalau nanya sudah punya pasangan, mending kontak langsung aja deh orangnya  atau sapa dan baca tulisannya di blog (link Tides), biar lebih afdol gitu dehh 😀
Tentang blognya, Ejie sudah lama loh nungguin tulisannya keluar di blog.. tapi tak kunjung ada. Padalah kalau ketemu, Tides bias cerita yang banyak mengenai apapun.

“Waktunya, Jie.. disempetin malah tak bisa. Kalau ngga disempetin malah pengen nulis. Yang ada, ya ngga jadi mulu nulisnya :D” ngeles niy Tides. Bisaan ajaaaa….

Hayooo Tides, menulis! Ejie nunggu! Ihiiiirrr….

Kami berdua adalah pasangan ransel versus pasangan koper waktu itu (Wawan dan Tian) yang mengikuti Backpacking Race.

Kali ini pun kami kembali berpasangan sebagai hitchhiker ke Bandung untuk misi latihan freedive bersama Bandung Freedive dimana Tides adalah membernya. Sedangkan Ejie, ikut karena obrolan (cek tulisan “GEGARA”) dan tentu saja menambah teman itu kesukaan Ejie yang masuk list panjang. Hohooooohoo 🙂

***

  • Dimana Tides?

Janji tamu yang dijadwalkan pukul 21.00 WIB, molor. 1 jam kemudian, baru bertemu. Itupun Tides kelawatan 1 halte busway. Dan Ejie yang seharusnya sudah pas di halte Cempaka Putih, naik 1 halte lagi untuk mencari Tides.

 Tapi maklumlah, Tides kan asli ti Bandung pisan, wajar kalau memang ngga hafal Jakarta. Justru Ejie nih yang dipertanyakan. Tinggal di Jakarta tapi sampai sekarang suka nyasar kalau naik angkutan umum. Jika tidak rajin bertanya (khususnya pada keluarga HHI Ejie), pasti nyasarnya sudah kemana-mana deh. Hehhehh…

Lanjut cerita…. 😛

***

  • Start Hitching, Tol Cempaka Putih

Pukul 22.30 WIB
Setengah jam menunggu hitchingan, kami belum mendapatkan kendaraan. Ada 1 kendaraan yang menawarkan tumpangan, sayangnya ia akan ke Taman Mini. Yaaahh… arah Ejie pulang donk.. 😛
Tapi tetap kami mengucapkan terima kasih pada pengemudinya.

23.30 WIB
Kendaraan Hitch 1, Mobil box percetakan, partner Gramedia
Plat…. (lihat di foto, lupa Ejie)

Pengendara:
1.  Kang Epin, Driver, 27 tahun, anak 1 (LK/4 th), baru bekerja di perusahan tersebut (085224216312).
2. Kang Yogi, Karyawan, 28 tahun, baru menikah, 2 th bekerja di cabang Bandung, 5 th di Jakarta (085317747464).

Kantor pusat di Jl. Kalibaru, Poncol, Senen. Biasa mencetak kalender, cover novel, cover komik, dll. Pesan dalam jumlah partai. Partai kecil 3000 pieces.

Dikatakan Kang Epin, alasan ngangkut itu karena lihat tulisan Bandung yang dipegang Tides, sedangkan Ejie pegang tulisan Numpang.

“Sesama orang Bandung, ngga ada salahnya kan saling menolong?” kata Kang Epin.

“Hmm.. memang rezeki Tides ti Bandung yah? Hahaaha…” lirik Tides, aku tertawa.

“Ini mah rezeki kita, Ejieee… “ Tides menimpali.

Kang Yogi rada diam, kelihatannya memang jam tidurnya.

Pukul. 00.55 WIB
Kami memasuki rest area Km 19 untuk mengisi bahan bakar. Panjangin kaki dan lurusin badan, Ejie dan Tides turun kendaraan sambil mengambil gambar di sekitar.

***

Kendaraan hitching kedua, ambulance PT. Telkom Gasibu yang bersedia mengangkut kami di Km 88 menuju pintu tol Moh. Toha(doc Tides photo by me)
Kendaraan hitching kedua, ambulance PT. Telkom Gasibu yang bersedia mengangkut kami di Km 88 menuju pintu tol Moh. Toha
(doc Tides photo by me)
  • Ganti Kendaraan Hitching

Pukul 01.30 WIB
Km 72. Sebenarnya kami ingin pindah kendaraan karena mobil box itu lumayan sempit untuk kami berempat. Pak Yogi pun sudah terlihat pegal pinggangnya karena duduk terjepit.

Mungkin kesempatan baik kami dapatkan saat berada di Km 88, POM bensin saat mobil berhenti, dan mereka ingin duduk sekadar minum kopi.

Setelah ke toilet, kami pun mampir di mini market yang ada disana dan berdiskusi. Diputuskan kami akan istirahat sembari mencharge batter hape yang sudah lowbat. Aku menyampaikan pada Kang Epin dan Pak Yogi bahwa kami tidak melanjutkan dengan alasan tersebut.

Sekitar setengah jam kami mencharge hape dan perut kami. Sesekali aku keluar untuk sekadar melihat kemungkinan mendapatkan kendaraan selanjutnya yang akan membawa kami hingga ke Mohammad Toha, tujuan akhir kami.

Lumayan banyak kendaraan pribadi yang beristirahat disana. Tapi mataku yang sejak 10 menit lalu memperhatikan sebuah kendaraan ambulance yang parkir persis disamping mini market ini. Jaga-jaga dan melihat yang empunya kendaraan datang, aku sigap saat melihat seorang bapak dan temannya masuk dalam kendaraan tersebut.

Aku menghampirinya, bertanya dan menyatakan tujuan kami. Karena aku tak hafal Bandung, akupun memanggil Tides untuk menjelaskan arah kami.

Oke, berhasil.

***

Plang keluar Tol Moh. Toha ke arah rumah nenek Tides(doc Tides, photo by me)
Plang keluar Tol Moh. Toha ke arah rumah nenek Tides
(doc Tides, photo by me)
  • Tol Toha

02.45 WIB
Kami sudah di kendaraan ambulance yang lega. Hanya berisi 1 tempat duduk panjang dan 1 (apatu namanya kasur untuk di ambulance? Lupa Ejie… heheh)

Pak Yaya yang berusia 45 tahun, tinggal di Ujung Berung,  sudah 15 tahun bekerja di PT. Telkom bagian operasional. Ia bersama keponakannya Yudha (21 tahun) baru pulang dari Serang,mengantarkan keluarga tempatnya bekerja.

Bersedia mengangkut kami karena searah, menuju Gasibu dan akan keluar di tol Mohammad Toha.

Kendaraan hitching ke-2 ambulance(doc Tides, photo by me)
Kendaraan hitching ke-2 ambulance
(doc Tides, photo by me)

Pak Yaya banyak bertanya alasan kami menumpang. Aku pun bercerita mengenai komunitas Hitchhiker.

Keren Pak Yaya, nanyanya sudah kemana saja komunitas kami mengadakan perjalanan, berapa orang per kelompoknya, apakah tidak riskan jika dalam 1 kelompok isinya perempuan saja? Dan pertanyaan lainnya.

Wuaahh… pengalamanku selama berhitching-ria setahun ini, baru kali ini ada yang antusias bertanya lebih dalam tentang Hitchhiker. Jelas aku senang menceritakannya. Tak banyak pengendara yang mengangkut kami seperti itu. Menanyakan hitching.

Perjalanan asik malah tidak terasa dan kami sudah sampai di tujuan. Pak Yaya yang baik, tidak ingin difoto. Tak kehabisan akal, keponakannya yang Ejie daulat untuk alasan memfoto kami berdua dan dia akhirnya kufoto juga deh.. 😀

***

Pemandangan dari jendela kamar Ejie di rumah nenek Tides(doc Tides photo by me)
Pemandangan dari jendela kamar Ejie di rumah nenek Tides
(doc Tides photo by me)
  • Rumah Nenek

Jadi ingat rumah nenek sawarna… Kangen ehh..

Olahraga sedikit, pukul 04.00 WIB kami sampai di rumah nenek Tides. Nenek yang baik, seorang bidan yang masih aktif, tinggal hanya sendiri di sebuah rumah berkamar 4 dan gesit.

Saat Ejie ngetik tulisan ini, Tides sudah terlelap di alam mimpinya. Berlayar menghitung angka-angka di kerjaannya.

Ucapannya begitu memasuki komplek neneknya, “Akhirnya Rp 0,- ke Bandung deh.”

“He-ehhh… Rp 0,- untuk transport ya, Des…” kami nyengir.

***

Dear Journal,

Perjalanan yang menurut Ejie santai karena tidak merasa diburu-buru sesuatu. Merasa ngantuk, baru kali ini. Biasanya bisa berceloteh panjang dan takkan kehabisan kalimat. Kali ini sudah merasa banyak cerita, tapi sepertinya otak berlayarku masih berlaku ini.

Lucu soalnya pas di kendaraan hitching pertama. Aku bertanya, tapi tidak begitu paham dengan jawaban yang diberikan. 2 kali bertanya dengan pertanyaan yang sama, 2 kali pula dijawab oleh Kang Epin. Akhirnya Tides menjelaskan padaku, barulah aku mengerti.
* Jiaahhhh… Ejieeeeee… ketok kepalanya pake velbed giiihh! Bruakakkkaa

Aku berasa lola (loading lama euy) saat di kendaraan. Bukannya ngerasa naik mobil, malah ngerasa naik kapal. Hulalaaaa Ejieeee…. Otaknya masih berlayar yak?!??
*Ejie masih pusiiiiiiiiiingg… 😛

Ya sudahlah…
Minggu kan ketemu teman-teman Bandung Freedive, tuh…  Anggap saja itu laut yah pas latihan nge-dive-nya. Hahaaaha…

I hope so…

Allah, tolong jaga Ejie yah… masih oleng deh rasanya sekarang ini 😉 (jie)     

Sarapan pagi di rumah nenek Tides. Rotiiiiiiii.... i love it, somad! :P(doc Tides, photo by me)
Sarapan pagi di rumah nenek Tides. Rotiiiiiiii…. i love it, somad! 😛
(doc Tides, photo by me)

  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s