Hitchhiker Indonesia (HHI), LAUTKU sayang, Rp 0,-

Jurnal Hitchhiker: Gegara Obrolan Freedive, Ransel Berlanjut Hitching

Semua adalah rencana dadakan.
Ngobrol tak tentu di FB, malah jadi rencana serius dan ditanggapi.
Wokehh, siap angkut ransel isi ala kadarnya kalau begitu.
Lesgooooohh ransel!
*senyuuummm πŸ™‚
***
Siap berangkat. Ayook kemana, ransel??(doc pribadi)
Siap berangkat. Ayook kemana, ransel??
(doc pribadi)
  • Kemping Jadi Freedive

Hoo??
Ini udah lebih dari seminggu belon Ejie turun dari kapal? Dan sudah main angkut ransel lagikah?
Ciaaaaattt… bingung sayah!
*ngga usah nanya kaliiiiiiiiiiiiii…… πŸ˜›

Awalnya itu tadi malam ngobrol dan komen-komenan di BPC Bandung sama kangmang Kresna. Jadinya tahu ngga? Panjaaaaangg banget yang dibahas. Semula dari ajakan kemping yang Ejie tak bisa ikutan karena banyak PR nulis. Etetiba, Kahio muncul dan langsung dengan obrolan janji freedive nyah.

Woooo….
Ejie langsung aja bertanya macam-macam deh soal freedive ini dan langsung meng-add Bandung Freedive yang dilink Kahio.

Beruntun. Dari sekadar salam sebagai pendatang baru di komunitas tersebut, Ejie dapat sambutan baik dari penghuninya. Sejumlah nama turut ramai berkomen-ria pada postingan Ejie. Sebut saja Jondri, Desah, Mahesa, kangmang nongol pula, Iwonk juga ada, lalu Neng, Akbar, dan Tides my partner in Borobudur Backpacking Race.

Dari obrolan itu, Ejie juga dikasih link untuk Freedive Jakarta dan Lets Freedive. Kemudian disuruh menghubungi Agus Hong untuk kontak urusan freedive di Jakarta.

Waahhh… seru pisan ini mah artinya yah? πŸ˜€

Adeuuhh…
Keberuntunan ini membawaku pada percakapan yang tak di duga hingga akhirnya diajakin untuk sowan ke latihan rutin yang diadakan oleh Bandung Freedive.

Obrolan sederhana yang membuatku jadi bertambah teman-teman baru. Asiknyaaaaaa….

***

  • Botram = Nasi = Pusing

Ejie yang semula tak berencana kemanapun, akhirnya jadi ngobrol lanjut dengan Mahesa dan Desah (tak boleh pake intonasi apapun katanya, apalagi mengalun. Hihhiii…) mengenai hadir di latihan dive nya itu.

Etapi, ada 1 informasi yang cukup membuat Ejie agak was-was ini.

Kata Mahesa, mereka ada tradisi botram yang artinya tradisi makan siang bareng.

“Makanannya bawa sendiri-sendiri. Nanti pas makannya kita bareng… Mau bawa nasi, mau bawa mie, mau bawa roti, mau bawa pizza juga bebas qo ga mesti nasi.. hehhe,” Mahesa menjelaskan.

Botram? Makan siang? Bareng??
Owhh noooooooo….. otakku mulai penuh dengan kejadian di kapal beberapa saat lalu. No nasi, Mahesa…..
*mulai pusing! #$%_)@~$&*(!@^

“Ada phobia sama nasi ya? Sama kaya temen sekolah Esa dulu, yang anti sama nasi… hahha,” Mahesa ngomong apa ngeledek ini?
*jitak Mahesa pake snorkel πŸ˜›

Ini mah beneran keknya. Makan siang dengan ada NASI. Uwoooooo…. ngeri udahan sayah!

Iwonk nongol dan nyahut, “Hahaha.. nasi lah Jie… dah ngumpet aja tar di kolam 5m.”

Beda lagi saran Mahesa, “Caranya pas jam makan siang jangan ke atas kolam kalo gt Ejie, berendem aja di kolam…hahhaa.”

Ckkckkk…. bertambah lagi yang demen ngeledek nasi ini nampaknya.

Baiklah, baiklah…. apapun itu, akhirnya Ejie memutuskan untuk cuuuuss ke Bandung. Itu juga setelah Tides mengiyakan untuk oke berangkat.

Jadilah kami akan berangkat setelah melalui obrolan panjang lagi di chat Fb dan foto ransel kuuuhh tertanggal hari ini, jumat (08/03) yang ramai. Hihihii πŸ˜‰

***

Dear Journal,

Hwadowhhh…
Kenapa tiap mau berangkat semua serba dadakan dan tak terencana yah? Selalu begitu yang terjadi pada sayah.

Tapi inilah Ejie, orang yang belakangan ini kalau melakukan perjalanan tak pernah ada planning laiknya teman-teman lain yang selalu membuat travelling schedule – nya.

Ejie yang kadang juga bingung sih dengan, what’s going on wif me n my life, now?
Sebaiknya ya tak usah dipikirin kalau ngga mau pusing siyy… Jalani saja kehidupan yang mengalir, Ejie.

“Kebahagiaan selalu ada di kanan kirimu, Ejie,” itu pesan yang terpatri dalam ingatanku akan bintang yang hatinya sabar.
*senyum untuk bintangkuuuu… makasih yah selalu mensupport Ejie, sayang bintang euy πŸ™‚

Uuuuyyyeahh…
Untukku, hidupku, jalanku, hatiku, jiwaku, ragaku, kakiku, berjalanlah kemanapun rasamu ingin melangkah.
Aku takkan membatasimu kemanapun air akan membawamu mengalir.
Aku takkan membatasi kemanapun angin membawamu seiringin hembusan yang dialirkannya.
Aku takkan membatasi ruang gerakmu kemana alurmu ingin berada.
Aku takkan membatasi jarak berapapun yang ingin kau tempuh.
Aku takkan membatasinya meski sedetikpun.
Aku akan mengikutimu, kemanapun.
Untukmu, yang mencari bintang yang hatinya sabar…

Allah…..
Jaga dan lindungi Ejie yah… AMIN YRA.

Mari melangkah, kaki… πŸ™‚

***

Iklan

4 tanggapan untuk “Jurnal Hitchhiker: Gegara Obrolan Freedive, Ransel Berlanjut Hitching”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s