Behind d Scene, Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-, Traveller

Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591

Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik

"Itu

Cek foto-foto dapur klik disini ajah yaaaaahh šŸ™‚

  • Dapur ABK Seru

Hayooo ngakuuuuu…
Siapa yang tak suka masuk ke dapur di deck H ini? Semua yang tahu caranya, pasti akan kembali ke dapur kesayangan ini. Dapur milik semua perut yang menghuni KRI Surabaya 591. Dapur yang tak pernah sepi. Dapur yang selalu penuh dengan orang-orang yang akan memasak. Dapur yang penuh dengan bahan makanan. Dapur yang selalu ramai di saat memasak akan dimulai. Dapur yang tak pernah sepi karena full musik. Dapur yang aku bingung kalau masuk ke dalamnya, tapi selalu kurindukan.

Ahhh…
Dapur kapal ini, salah satu tempat favoritku untuk melihat langit di kala terang. Ejie suka, walau terkadang panas terkena sinar mentari.

Ejie suka berada diantara keriuhan dan keramaian orang-orang dapur yang membaur satu sama lainnya. Ejie suka melihat keakraban mereka saat proses memasak. Ejie suka berada diantara bau sayuran, bawang, telur, ikan, ayam, apapun itu….. Ejie selalu suka tempat ini. Seperti apapun tempat ini. Penuh cerita, tawa dan lagu di dalamnya.

Dapur ini begitu banyak kenangan yang Ejie suka.

Untuk masuk kedalamnya, butuh perjuangan, hanya untukku. Tak pernah dengan tangan kosong. Mempersenjatai diri dengan lengkap. Topi, buku, tangan, jaket yang pakai kupluk (semacam topi gunung, red) atau media apapun agar bisa selamat melewatinya menuju tempat duduk nyaman ku berteduh (sayang, aku lupa foto tempat itu). Tak jarang, punggung teman atau dekapan keluarga kecil kucing kumanfaatkan untuk bisa melaluinya.

Bukan bisa bebas sampai ke tempat yang kutuju, karena siapapun pasti mulai iseng ngerjain nasi. Arrrrrghhhh…. USIL! Cckkkkck…. *berjuaaaaaaaang Ejieee šŸ˜€

Gambar yang kuambil dari tempat favoritku ketika di dapur. sesaat peran pemanduan meninggalkan Kolinlamil, Jakarta (11/02)(doc pribadi)
Gambar yang kuambil dari tempat favoritku ketika di dapur. sesaat peran pemanduan meninggalkan Kolinlamil, Jakarta (11/02)
(doc pribadi)

Di tempat itu, Ejie suka menatap lautan, melihat langit yang terang, mendengar ombak yang berhamburan terkena hentakan alunan kapal, sesekali melihat sekumpulan burung yang beterbangan dengan deretan pulau dan perbukitan yang nampak di kejauhan.

Ini sebagian kegiatan teman-teman dapur di kala senggang. Liat deh kartunya yang asli sudah menguning. Heheheeee(doc pribadi)
Ini sebagian kegiatan teman-teman dapur di kala senggang. Liat deh kartunya yang asli sudah menguning. Heheheeee
(doc pribadi)

Dapur ABK yang riuh.
Tak jarang, disana pun menjadi tempat main kartu ehh, gaplek atau domino (sama ngga sih artinya?) para bapak-bapak kapal kalau gantian motong-motong bahan makanan.

Lucunya, jika kalah, akan digantole (digantung, red) sama botol coca-cola kosong yang diikat pakai tali rafia. Jika kalah terus, gantolenya akan bertambah jadi 4 botol kosong. Lumayan beratin leher kan? Hahaahha….. itu mereka bisa main lama banget loh hanya dengan gaplek.

“Bapak ngga bosan mainnya kartu yang itu-itu saja?” tanyaku.

“Ya ngga lah, Jie…. Wong kita sudah sering banget main ini. Habis ngga ada permainan lain sih…” jawab seorang bapak yang lagi-lagi Ejie hafal wajah, tapi selalu lupa tanya nama.

Kelihatannya kartu itu memang sudah lama sekali hingga menguning warnanya. Tampak jelas bahwa permainannya hanya itu-itu saja. Hmmm…. catatan untukku. Bawakan permainan lainnya untuk bapak-bapak di kapal saat ada kesempatan ngelaut bersama lagi.

NOTES:
Permintaanku, Allah…
Berikan kesempatan untuk mengingat hal ini. Catat dalam memoriku agar tak lupa. Minta dipinggirin amnesia untuk catatan permainan ini ya? Ejie mau ngasih permainan kartu lainnya untuk mereka. Boleh kan, Allah…. šŸ™‚

Okeee, back to topic bout kitchen.

***

  • Ingatanku akan Dapur

Deck H, lorong yang tak pernah sepi dari lalu-lalang orang yang melintas di jalanmu. Ejie akan selalu mengingatnya dalam benakku. Jalan ini, lorong ini menuju pada sebuah dapur yang takkan pernah sepi.

Happ… sampai di depan pintu.
Jika membuka pintu dapur ini, akan ada ketel-ketel besar terletak di sebelah kanan badanmu. Paling dekat pintu biasanya digunakan untuk merebus air panas. Jangan dibayangkan jika ketel besar itu tumpah. Haahh… berniat baiklah jika masuk ke dapur. Tersenyum lebih baik, temans.. šŸ™‚

Ketel selanjutnya, Ejie pernah melihat tumpahan nasi di sekitar ketel itu. Mungkin terkadang juga dipakai untuk memasak nasi. Ejie tak pernah berusaha menghitung jumlah ketel sebesar gaban itu, karena untuk masuk ke dapur, Ejie selalu menutupi wajah.

Disisi kanan dalam, Ejie tak terlalu paham apa isi disana.

Baiklah, lanjut dikiri dari pintu masuk. Penanting biasanya ada disana. Iya, itu daerah untuk mencuci perlengkapan makan dan memasak. Disampingnya rak untuk meletakkan piring, ompreng, gelas, sendok dan garpu yang masih basah. Sementara peralatan memasak, digantung. Diatasnya adalah tempat rak piring, dll. Sama seperti kondisi dapur di rumah.

Dari pintu masuk lagi, jika berjalan mengarah 30-40 derajat, maka di tengah ruang dapur itu tersedia meja untuk menata makanan bisa juga dipergunakan sebagai talenan yang cukup luas. Selain iu, alat penggorengan seperti di fast food pun tersedia disana. Disebelahnya kompor listrik yang dimanfaatkan untuk memasak, menumis, dan lainnya.

Kulkas di dapur ini besar juga lho?? Ejie nda pernah iseng buka kulkasnya. Pasti isinya untuk keperluan perut orang banyak. Jadi jangan coba-coba mengintip isi di dalamnya yah? Biar ngga ketebak makan kita selama ini apa aja, walau ngga menutup mata, sudah hafal sama makanannya. Hiihihh šŸ˜‰

Dan paling akhir dari bagian ini adalah pintu yang mengarah keluar.Ā  Tempat teraman buatku sekeluarnya dari dapur. Ada LCVP yang nangkring di sebagian daerah santai dapur ini. Waktu Sail Morotai, LCVP ini juga nangkring disana. Sepertinya sudah wilayah nyaman bagi LCVP untuk ikut bersenda-gurau bersama bapak-bapak di dapur, juga kehadiran kami. Salam sayang LCVP yang setia mengantarkan kami menuju darataaaaaaaaaaaannn…. šŸ˜€

***

Hayooo... mari mengupas bawang teman-teman...(doc pribadi)
Hayooo… mari mengupas bawang teman-teman…
(doc pribadi)
  • Mari Mengupas dan Memotong

Pagi itu, kami yang freelance, tak terikat pada kegiatan apapun di kapal ini, mulai misuh-misuh tak ada yang mau dikerjakan. Berawal dari rasa lapar sebenarnya (seingat Ejie), maka kami mulai mencari dapur. Seingat Ejie lagi, rasa ini timbul setelah ndan Hikmah dan Ejie olahraga pagi. Aiihhh… tumbenan yak?!? Wakakakkaaa….

Tumbenlah… Kenapa coba? Karena ndan Hikmah itu jarang banget euy nemenin Ejie kalau pagi. Biasanya Ejie kelayapan sendiri karena tak bisa nyambung tidur lagi. Hadeeeeehh…
*okeeee… dicerita lainnya saja yah tentang keluarga kucing yang demen sama kasur, heheh

3 orang saja mulanya yang merapat ke dapur, ndan Hikmah, sun Arga dan Ejie. Lalu ditambah 3 orang lainnya yang juga belum ada kegiatan lanjut dari badan yang membawahi mereka, Zela, Cia dan Rika. Maka lengkaplah kami keluarga kucing berkumpul di dapur. Mari merusuh di dapur, teman-teman…. Errrr~

Kami yang bercanda, melihat kesibukan di dapur, akhirnya juga ikutan membantu.

Yeaapp…
Kupas bawang merah yang banyak, menyusul temannya si bawang putih yang segambreng, cabai merah yang besar… huaahhh… pedaaaasss! Lalu ditambah terong ungu, untuk menu makan siang yang berteman pada inisial “A” untuk ayam.

Tak apa, tak apa… kami bersemangat menolong kok. Ikhlas dan bahagia. Karena pada dasarnya kami pun memang punya waktu senggang yang banyak, jadilah kami bermain di dapur.

Oiya, Ejie lupa!
Waktu itu kan juga ada adik-adik angkat kami yang dari Kalimntan Barat. Mereka adalah Doni, Natasya, Rafi dan Erika. Jika ada waktu bersama, kami selalu lengkap dengan mereka.

Baiklah dapur sayang…
Cerita mengenaimu Ejie cukupkan disini yah? Belum ada yang bisa Ejie sampaikan lagi mengenaimu. Lain waktu disaat kangen, Ejie akan mengumpulkan setiap memori tentangmu. Membaca ulang dan menambahinya mungkin. Bisa jadi, Ejie akan menulis hal lain tentangmu pada judul yang baru.

Semakin banyak kenangan, semakin banyak ingatan, semakin baik bagi perkembangan memori Ejie untuk mengingat bukan? Hal-hal yang Ejie gemari, takkan berkesudahan untuk sekadar dikenang. Semuanya pun akan semakin baik bagi Ejie untuk bisa menjabarkannya dalam tulisan.

***

"Okeee...

  • Bumbu Ceker Ayam yang Maknyus

Horeeeeee…
Di dapur itu yah, ada asyiknya juga deh. Setelah kita nolong ngupas dan motong, kita juga disuguhin masakan yang bumbunya super sedaaaaaaaaappp kaleee…

Ejie padahal ngga suka makan ceker deh. Tapi pas nyicipin bubu ceker ayam itu, wuadeuuuh!!

Baiklah, potong saja bagian “tangan bayi” nya dan slruuuuuppppppphh….. nyam-nyaaaammm…

Makasiy yah bapak dan kakak di dapur. Terus untuk masakan enaknya, plus secangkir teh manis buatan Pak Taufik, bapak Ejie yang selalu baik walau kadang juga sering gangguin nasi. Tak apa kok. Artinya Pak Taufik itu peduli sama Ejie. Biar Ejie ngga sakit dan selalu ingat untuk isi perut yang kerap kosong. Heheheeee

***

Dear Jurnal,

Dapur yang berkaitan dengan hajat perut orang banyak. Sesekali, bermainlah di dapur sini. Jangan juga asal. Karena budi baik tentu akan lebih berkenan bagi mereka yang berada di dapur. Ejie rasa, di semua tempat, budi yang baik patut dipertanggungjawabkan. Begitu pula di dapur ini.

Jangan mentang-mentang mereka hanya berkutat di dapur saja, lalu kalian hanya lalu-lalang seenaknya. Kadang mereka bisa sebal juga loh dengan tingkah kita yang menurut mereka tak baik. Jadi perlakukanlah semua orang itu dengan sopan, temans…. Hargailah orang di sekelilingmu tanpa memandangnya sebelah mata. Karena kita semua adalah sama di mata Tuhan.

Yuuukk…. bergembira di dapur sayaaaaaaaaaaaanngg …. aahahhahaha

Sayang ku pada dapur…
Sayang ku pada apa yang terdapat didalamnya..
Sayangku pada orang-orang yang memasak untuk setiap individu yang pernah terlibat di dalam kapal KRI Surabaya 591….
Sayang ku pada kejadian di dapur ini……
Sayangku pada semuanya…

Aku dan semua yang pernah ada diantara dapur, menghaturkan sayang untuknya…

Terima kasih dapur……
Terima kasih bapak-bapak yang telah baik sama Ejie.. šŸ™‚

*Pak Taufik, bapaknya Ejie yang baik….. selalu berusaha ngingetin Ejie makan… tapi emoohh nasi, pak’ e…

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s