CEKREEK!! gottchaa

For 2 Blogger, Thank You

(doc pribadi)
(doc pribadi)

1. Aw, this was a really nice post. Taking the time and actual effort to make a top notch article…
but what can I say… I hesitate a whole lot and don’t manage to get nearly anything done.

***

2. First of all I would like to say superb blog! I had a quick question which I’d like to ask if you don’t mind.
I was curious to find out how you center yourself and clear your head before writing.
I’ve had a difficult time clearing my thoughts in getting my ideas out. I do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are generally wasted simply just trying to figure out how to begin. Any recommendations or hints? Thanks!

***

Baiklah…

Dua orang blogger menyukai tulisan dan kalimat-kalimat Ejie pada kategori, “Berharap Awan” dan lainnya. Ejie lupa karena tanpa sengaja terhapus saat Ejie melihatnya.
Keduanya Ejie temukan di komentar yang belum Ejie lihat sebelumnya, masuk dalam spam. Ejie cek, menarik juga ya?

Jujur,
Ejie (that’s my nick name), hanya menuliskan apa yang ada dalam hati dan pikiran saya.
Tak perlu hal yang rumit untuk menuangkan rasa yang saya punya dalam bentuk tulisan. Cukup dengan hanya melihat langit, alam yang terbentang luas di hadapan saya, rasa yang saya punya, semua akan aman dalam jemari yang kadang saya pun bingung karena bisa tak kunjung henti untuk menjabarkannya dalam setiap tarian jemari saya.

Menurut saya, tulisan itu tak perlu sempurna. Tetapi tepat mengena pada hati seseorang, itu sudah cukup. Karena jika menunggu hingga suatu tulisan itu menjadi sempurna, maka tak akan ada satu tulisan pun yang akan jadi.

Ejie ingat kalimat seorang penulis idola Ejie, namanya Asma Nadia. Ia pernah mengatakan mengenai sebuah tulisan yang sempurna. ini adalah cara saya mengingat setiap perkataannya yang saya baca dalam sebuah postingan di facebook.

“Jika kita menuliskannya sekarang dan melihatnya kembali di masa mendatang, tulisan itu akan membuat kita tersenyum dan merasa, jauh sekali tulisan ini dari sempurna. Tapi jika tak pernah memulainya, maka di masa tersebut, apa yang bisa kita lihat? Tak setitik tulisan pun yang membekas yang bisa membuat kita tertawa dan tersenyum, yang bisa kita lihat, yang bisa kita baca, yang bisa kita kritik, yang bisa kita edit, yang bisa kita perbaiki bahasa dan kalimatnya. Lakukanlah. Buatlah sebuah tulisan meski itu jauh dari sempurnanya sebuah tulisan, namun akan membekas dalam ingatan.”

Buat Ejie, tulisan sempurna akan menjadi baik jika sudah dipublish, dikonsumsi banyak orang. Mewakili perasaan seseorang dalam mengungkapkan sebuah makna, lebih berarti buat saya. Mewakili tiap perasaan yang ingin berkata, namun tak bisa, cukup membuat saya bisa merasakan arti dari hanya sekadar membaca setiap gerak-gerik yang ada, tatapan mata yang hanya bisa terbaca dari hati yang tulus, bahasa tubuh yang tak bisa diungkapkan, maupun sebentuk kalimat yang tak mungkin tercipta dari obrolan, karena menyimpan hati yang tak ingin diungkapkan.

Tak banyak yang bisa saya lakukan dengan gerakan, hanya jiwa yang membaca dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Setiap rasa yang terurai dalam kalimat, tak ada yang saya rencanakan. Mengalir begitu saja dalam rentang waktu yang tak berbatas. mengalun dalam liarnya jemari yang menari. Menumpahkan segenap rasa yang terpendam.

Untuk blogger yang pertama:
Semua bermula pada diri sendiri. Kita pribadi. Penulisan adalah jati diri. Seperti apa yang ingin disampaikan pada pembaca, semua kembali pada diri.

Mungkin kita bisa mengkategorikan pilihan pembaca seperti apa yang kita inginkan. Tapi jika menulis adalah panggilan hati, saya tidak bisa mengkategorikannya dalam kelompok manapun.

Cukup menulislah pada apa yang menjadi inginmu, maka lakukanlah.

Untuk blooger yang kedua:
Ejie hanya memusatkan pikiran pada apa yang menjadi tema dari kalimat yang akan ditulis. Ambil satu saja, misalnya awan. Hanya dari awan, maka akan mengalir banyak rasa yang terwakili dari tiap kalimat yang tercipta. Tidak tahu seperti apa prosesnya, tetapi semua hanya mengalir saja.

Proses.
Mungkin ini yang terpenting buat saya. Perjalanan adalah proses terpenting dalam kehidupan menulis saya. Setiap inci kehidupan yang tersaring dalam jejak perjalanan langkah kaki ini, mungkin adalah proses menulis saya. Entah seperti apa bentuknya. Saya yang kehilangan beberapa jenak arti dalam kehidupan, berusaha menyimpan beberapa hal lainnya dalam ingatan saya.

Untuk memulai suatu tulisan, Ejie rasa tiap individu mempunyai caranya tersendiri.

  1. Lakukan hal-hal yang menurutmu menyenangkan jika ingin menulis sesuatu yang fun.
  2. Bergabunglah bersama teman-teman yang menyenangkan, karena berkumpul juga akan membuat ceria dalam penulisan yang kamu perlukan.
  3. Menyendirilah jika kamu adalah tipe penyendiri, perlu suasana tenang untuk mengalirkan aura positif menulismu.
  4. Pikirkan hal-hal yang menarik.
  5. Tak harus sedih atau ceria untuk mendukung penulisanmu, karena di setiap tempat yang ada, banyak yang bisa kita gali untuk menulis.  Tak harus panjang. kalimat yang singkat dan pendek, kadang bisa menyentuh jiwa orang lain.
  6. Bersemangat dan selalu tersenyumlah dalam menulis.
  7. Sesekali bersedih juga akan menumpahkan rasa yang ada.
  8. Jangan malu mengungkapkannya dalam tulisan, karena hanya ada pulpen, buku, lappy dan kamu!
  9. Berikan sentuhan rasa pada tulisanmu.
  10. Ayo…. menulis! 🙂

***

Every place was the inspiration to write for my soul. So take heart!(doc pribadi)
Every place was the inspiration to write for my soul. So take the heart!
(doc pribadi)

Oiya,
Ejie ucapin terima kasih ya buat teman-teman blogger yang sudah mau mengunjungi blog Ejie hanya untuk meluangkan waktunya membaca tiap tulisan yang Ejie buat.

Juga untuk kedua blogger diatas. Terima kasih ya…. salam kenal.. 😉

Note:

Ejie tak begitu paham juga dengan apa yang Ejie tulis diatas sebenarnya. Semua hanya mengalir begitu saja. Seperti air yang mengikuti alurnya….

Ya sudahlah, mari kita bahagia….. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s