Behind d Scene

Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik

Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Pramuka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]


Kitties fam paket lengkap saat berada di MOI, Jakarta. Plus ada cici Merry yang menjenguk kami.(doc Kadeplog, photo by KKM)
Kitties fam paket lengkap saat berada di MOI, Jakarta. Plus ada cici Merry yang menjenguk kami.
(doc Kadeplog, photo by KKM)

Pelayaran ya?
Berlayar lagikah?? Ckkkck…
Dan saya menemukan keluarga kucing yang selalu kela
faran!
Mereka adalah para kucing cantik
yang selalu mengais kaleng makan kami tiap saat.
Masuk kabin dengan kode kucing laut membuat kami menjadi keluarga yang bahagia di sela hantaman “ombak” kanan kiri.
Kekuatan adalah kami, bersama demi semangat ceria.
Hahaha
😛

Yeaaayy…. dapat keluarga baru lagi. Sebenarnya ngga juga sih, soalnya mereka adalah teman-teman Sail Morotai 2012 lalu. Sebut deh Hikmah, Zela, Cia, Rika, Arga. Diantara mereka, keluarga baru kami adalah Arga, teman Hikmah yang merupakan Putera II Bahari (ehh, benarkah ini? Lupa nanya sayah.. mangap yah Ga, kalo keseleo infonya? Hehehe) perwakilan Dewan Kelautan yang diundang oleh Komandan KRI Surabaya 591 melalui ajakan Hikmah Puteri III Puteri Bahari.

Kenapa keluarga kucing hayoo?

Ejie dan Hikmah ditempatkan dalam 1 kamar, G 07. Berangkat dari keisengan teman tetangga kamar sebelah, Zela dan Cia, G 05 yang tiap pagi selalu usil mencari makanan ke kamar kami. Tidak hanya sesekali, tapi tiap pagi. Masuk kamar langsung kaleng biskuit makan ala Arga tempat persembunyian para makanan itu digerogoti mereka.

Ehh, tak juga hanya pagi saja loh, tapi kapanpun saat mereka merasa kelaparan, maka pintu itu akan selalu terdengar teriakan kode mereka. Pastinya jika ada kami di dalamnya. Kucing-kucing yang kelafaraaaaann… hadeeeeeeehh (–__—“)

***

  • Kode Kucing

Kode yang selalu dipakai mereka adalah jawaban, “kuciiiiiiinng”… wekekekee…. Biasanya kucing kalau dipangil jawabannya, “meong” atau “miaauuw” mereka berbeda. Karena kucing-kucing ini berjalan dengan kedua kakinya bukan empat.

Beda dengan Ejie kalau main ke kamarnya, tepatnya numpang kamar mandi, karena hanya di kamar mereka yang tersedia. Kodenya yakni, “takut kucing”. Iya, saya takut kucing karena dari SD selalu dilempar pakai kucing dan sukses dengan teriakan atau nangis. Hwuaaaaaa…. takoooott.. jahat iih! 😛

Kebersamaan membuat kami solid. Makan, main meski mereka terikat pada rapat -rapat yang kerap kali membuatnya tak bisa berkumpul bersama. Yapp, mereka ikut pada 1 badan kegiatan yang berlayar bersama, GM IBI.

***

  • Tidur Numpuk
Diantara keluarga kucing ini, aku yang paling jarang bisa tidur senyenyak mereka. Mereka yang bisa tertidur pulas begitu bertemu kasur, bantal, dan selimut. Ahh.. keluarga kucing yang nyaman :)(doc Hikmah, photo by me)
Diantara keluarga kucing ini, aku yang paling jarang bisa tidur senyenyak mereka. Mereka yang bisa tertidur pulas begitu bertemu kasur, bantal, dan selimut. Ahh.. keluarga kucing yang nyaman 🙂
(doc Hikmah, photo by me)

Mereka yang punya fasilitas lengkap di kamarnya, tetap aja balik ke kamar kami. Sama seperti orang yang tentunya ada kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan kamarnya. Malam kedua untuk ketiganya di kapal karena sudah nginap dari Minggu (10/02), tetapi malam pertama bagiku yang baru masuk Senin (11/02) menjelang keberangkatan.

Terkadang, tidur tak tentu tempat. Hikmah kemana, Cia dimana, Rika dimana…. Mereka seringkali tertukar tempat tidur atau memang sudah tak ada jeda diantara kami, makanya tidur suka asalan di kamar siapa aja. Hahaha…. tak masalah kok. Dimana-mana hatiku senang… oeooo..

Bercanda, makan, cerita mengulang masa berlayar  tahun lalu membuat kami tak ingin pisah kamar. Pindah kamar. Zela dan Cia pindah ngungsi tidur di kamar kami. Velbed diangkat dan menumpuklah dalam 1 kamar dengan kami berdua bergeser di velbed mereka. Kami dijajaaaaaaahhh….. ckkckkc…. duasar kucing-kucing tak sopan, malah menggeser tuan rumah dari kasur nyaman. Fiuuuff ~

Etapi, Ejie tetap sayang para kucing yang ini. Mungkin karena walaupun ramai yang berada di kapal ini, tapi yang terdekat hanyalah mereka. Mungkin juga karena sifat kucingnya mereka pada kami membuat kami merasa mempunyai adik-adik yang harus dijaga dan sayang. Mungkin juga karena kami semua jauh dari keluarga membuat kami terikat satu sama lainnya. Pokoknya, Ejie sayang kalian, para kucing penggondol kaleng cemilan G 07. Heheheee…

***

  • Ngecamp dan Tangisan Kucing

Camp? Yap, ini adalah acara Pramuka se-Indoesia yang titik puncaknya adalah camping di Lombok Timur. Demikian pula dengan para kucing yang wajib ikut turun ke lokasi yang ditentukan.

Hal yang membuat Ejie kaget pagi itu yakni Cia yang tiba-tiba datang ke kamar, muka yang sedih, dan “curhat” mengenai keharusan mereka untuk turun ke darat ikut rombongan. Baiklah, Ejie terima keluh kesah adik cantik ini. Awalnya juga Cia udah curhat mengenai keberatan hatinya tentang hal yang berkaitan dengan “apa yang ada di hatinya selama pelayaran”.

Saran, masukan, krikitikan tumpah. Cia pada dasarnya anak yang nurut dan bisa diarahkan. Memang tak bisa dengan keras untuk berbicara dengan Cia. Disamping kebiasaannya yang pelor, cepat lenyap begitu sudah nyangkut dekat selimut dan kasur. Hadeeehh…. Lucu kali kucing ini. Baiklah, berjanji untuk menjaga kucing cantik ini.

Untung Zela yang meski berat hati tapi merupakan ban yang kuat bagi Cia, bisa menyakinkan Cia. Hmmm…. Pasangan yang baik. Perpaduan yang pas untuk kelengkapan backup-an mereka.

Zela yang lebih kepada Ejie, karakternya bisa melindungi, kuat ditempa. Sedangkan Cia lebih kepada Hikmah, yang banyak mendengar dan menyimak dulu sebelum bertindak. Allah itu memang memberikan pasangan yang tepat di kala semua serba dadakan dari awal keberangkatan kami ini (baca ntar versi ejie mengenai keluarga kucing yang serba dadakan dari awal hingga selama perjalanan, red).

Diantara mereka berdua, ada Rika sang kakak yang bisa menjaga mereka. Pengalaman organisasi yang lebih diantaranya, adik Ejie dalam satu organisasi di Sumsel, yakin Rika akan menjaga aman.

Semua yang serba dadakan akhirnya berdua Hikmah, kami bantu packing segala persiapannya turun kapal. Kebanyakan daypack dan tentengan, putusan tas isi barang keperluan berdua pinjam carrier Sob adalah baik untuk mereka.

Tak ada matras, sleeping bag, dan keperluan ngecamp lainnya, segalanya dipersiapkan sekadarnya. Termasuk makanan dan kebutuhan penghangat mereka selama di darat, kami bungkus selimut kapal demi kenyamanan mereka di darat.

Wuaaaahh… adik-adik kucing yang kusayang, berjuang yaah di darat sana? Kami akan menjenguk kalian saat ke darat esok.. 😀

***

Cia dan Zela, yang wajib turun ke darat, Labuan Haji. Okee... mereka senyum *pok-pok adik-adikku sayang ;)(doc Hikmah)
Cia dan Zela, yang wajib turun ke darat, Labuan Haji. Okee… mereka senyum *pok-pok adik-adikku sayang 😉
(doc Hikmah)
  • Car deck, Waktu Keberangkatan

Sekali lagi Cia, berat hati turun. Kuat bersama, Ciaaaaaaaa….. Ada Zela yang akan menjaga, ada Rika si kaka dadakan juga. Bertiga mereka akan berjuang dibawah sana, Camp Labuan Haji, Lombok Timur. Pastikan untuk selalu bersama. Cia yang akan kuat jika ada Zela dan Rika yang bisa menjadi tumpuan mereka.

Mungkin karena masalah yang tak berkesudahan, membuat Cia agak berat. Ayo Ciaaa… semangat yah? Semua sayang Cia. Pelukannya yang tak bisa kulupa karena air yang mengalir di pipi cantiknya.

***

Sayang Cia yang berurai air mata kangen. Baru sehari Cia, kita pisah.... udah sedih ajaaaa... senyum yang manis atuhh :)(doc Hikmah)
Sayang Cia yang berurai air mata kangen. Baru sehari Cia, kita pisah…. udah sedih ajaaaa… senyum yang manis atuhh 🙂
(doc Hikmah)
  • Pelukan Kangen

Turun kapal di hari pertama setelah kami terjebak dalam kapal yang hanya berisi awak kapal, kosong di lorong jalan tanpa berpapasan dengan para pramuka, membuat kami yang mendapat kesempatan kesempatan turun, senang.

Tujuan turun ini untuk keperluan kami dan ikut menyaksikan upacara pembukaan kemping Saka Bahari, Labuan Haji, Lombok Timur, kami sempatkan menjenguk para kucing. Udah kangen, baru juga pisah sehari.

Turun ke darat menjenguk keluarga kucing @Labuan Haji, Lombok Timur(doc Hikmah)
Turun ke darat menjenguk keluarga kucing @Labuan Haji, Lombok Timur
(doc Hikmah)

Sekali lagi, Cia adalah orang yang kudekap untuk menguatkan hatinya. Ini kucing sensi lucu. Zela, Rika ternyata sama. Sabar adalah baik, kucingers.

Okeeee… let’s have fun kucingers 😉

***

Minus Rika, plus cici Merry, MOI, Jakarta.(doc Kadeplog, photo by KKM)
Minus Rika, plus cici Merry, MOI, Jakarta.
(doc Kadeplog, photo by KKM)

Dear Journal,

Allah itu selalu saja memberikan Ejie pelajaran dalam setiap kesempatan dimana Ejie berpijak. Entah detil entah tidak, ada saja yang diselipkan untuk Ejie. Kadang merasa pelajaran takkan pernah usai untuk urusan hidup.

Pelajaran kehidupan yang bisa diperoleh hanya dari segelintir kisah dari kehidupanmu. Mungkin sedetik dari teman-teman membaca jurnal Ejie, akan ada sesuatu yang terjadi kembali. Tak bisa diprediksi apa itu. Semua berjalan apa adanya atau ada apanya? Entahlah… rahasia Allah, kita menjalani saja. Jika bisa berusaha lebih baik, tak ada salahnya.

Kebaikan untuk hati yang Ejie rasa, tetap harus diperjuangkan bagi pribadi masing-masing. Kebaikan akan ada jika kita menebarnya untuk orang-orang yang kita sayang. Kebaikan bermula dari diri, maka rasakan dirimu.

“Kebahagiaan itu ada disisi kanan, kirimu Ejieeeeee,” terngiang kembali kalimat yang Ejie suka akan bintang yang sabar. Terima kasih bintang atas kesedianmu menemani dan menjagaku di setiap kaki ini melangkah.
*bintang sabar yang tak pernah kujumpa…. tsaaahh 😦

Baiklah… Allah Yang Maha Baik,
Ejie selalu berterimakasih atas semua pelajaran yang takkan ditemui di bangku sekolah manapun. Pengalaman, pelajaran dan perjalanan. Selalu ada cerita unik yang terselip di baliknya. Cukup ambil sisi baiknya saja dan tanamkan hanya untuk proses pembelajaran dalam sisi kehidupanmu.

Dan Ejie akan selalu berdo’a untuk penantian hati sabar ini… Entah sampai kapan. Hanya lakukan, kerjakan, do’a-kan serta ceria, tersenyum dan semangatlah selalu Ejieee…. (jie)

*nobody knows deep in my heart… just keepin smile Ejie ^_^

***

Rencana mau olahraga pagi sambil foto untuk ucapan HAPPY ANNIV INE-AMA nya Hikmah, yang ada tak jadi olahraga, malah banyakan foto-fotonya deh. Hahahh(doc Hikmah)
Rencana mau olahraga pagi sambil foto untuk ucapan HAPPY ANNIV INE-AMA nya Hikmah, yang ada tak jadi olahraga, malah banyakan foto-fotonya deh. Hahahh
(doc Hikmah)
Saat sandar di Koarmatim Surabaya(doc Hikmah)
Saat sandar di Koarmatim Surabaya
(doc Hikmah)
Pelabuhan III, Benoa, Bali. Keluarga kucing dan Dayu (Sail Morotai 2012) yang menjenguk kami di kapal dan main bareng. Senang kaliiiiii.... Tengs Dayuuu *bighug :D(doc Hikmah)
Pelabuhan III, Benoa, Bali. Keluarga kucing dan Dayu (Sail Morotai 2012) yang menjenguk kami di kapal dan main bareng. Senang kaliiiiii…. Tengs Dayuuu *bighug 😀
(doc Hikmah)
Yeayy... keluarga kucing kecil menginjakkan kakinya pertama kali di wisata Kepiting Bakau, Bali, yang sedang diresmikan. sayang kami tak bisa masuk ke dalamnya karena sedang ada sesi adat. Berfoto bersama pecalang (tetua security untuk pelaksanaan acara adat, red)(doc Hikmah, photo by Jevanto)
Yeayy… keluarga kucing kecil menginjakkan kakinya pertama kali di wisata Kepiting Bakau, Bali, yang sedang diresmikan. Sayang kami tak bisa masuk ke dalamnya karena sedang ada sesi adat. Berfoto bersama pecalang (tetua security untuk pelaksanaan acara adat, red)
(doc Hikmah, photo by Jevanto)
Lupa nama tempatnya, tapi masih 1 lokasi sama Bali Nusa Dua.(doc Hikmah)
Lupa nama tempatnya, tapi masih 1 lokasi sama Bali Nusa Dua.
(doc Hikmah)
Menyempatkan diri ceria bersama dimanapun. menjenguk para kucing yang di darat. Sembari menyantap bakso dan jagung rebus ala Labuan Haji, Lombok Timur.(doc Hikmah)
Menyempatkan diri ceria bersama dimanapun. Menjenguk para kucing yang di darat. Sembari menyantap bakso dan jagung rebus ala Labuan Haji, Lombok Timur di hari terakhir sebelum Pentas Seni dan Api Unggun Pelantara II (Temu Saka). Berikut Kajevan dan Kadiar, crew of KRI Surabaya 591 yang menjadi keluarga kami.
(doc Kadepnop)
Keluarga kucing di wisata legenda kuliner nusantara, power by kecap bango, Surabaya.(doc Hikmah/Kadeplog, saya lupa! hahahah)
Keluarga kucing di wisata legenda kuliner nusantara, power by kecap bango, Surabaya. Menunggu Rika yang masih antri ikan bakar.
(doc Hikmah/Kadepnop, saya lupa! hahahah)
Finally, we're home. JITC, Pelabuhan Tanjung Priok. (doc Kadeplog, photo by me)
Finally, we’re home. JITC, Pelabuhan Tanjung Priok.
(doc Kadeplog, photo by me)

Iklan

2 tanggapan untuk “Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s