Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-, Traveller

KRI Surabaya 591 In My Mind [PROLOG]

Segenap rasa bermain dalam sebungkah hati,
tatkala mata menatap si gagah ini hadir di hadapan.
Sekelumit kenangan akan berbagai kejadian datang menjemput.
Susah, senang, tangis dan bahagia yang hadir di dalamnya berkelabat dalam memoriku.
KRI Surabaya 591,
si gagah untuk feminin maskulin-ku.
Hayuuu mlaut popeye the sailorwomen…. 😀

 

KRI Surabaya 591 saat sandar di Pelabuhan III, Benoa, Bali(doc pribadi)
KRI Surabaya 591 saat sandar di Pelabuhan III, Benoa, Bali
(doc pribadi)

Gagah??
Beda persepsi rupanya. Info dari agen intel keluarga kucing (baca keluarga kecil kucing bahagia, red), CIA, ternyata menurutnya ini adalah kapal cewek. Sedangkan kata Hikmah ini kapal cantik?

Kenapa?
Kata Cia lagi, beberapa perwira kapal mengatakan kapal ini kalau dikemudikan cewek selalu oleng. Tetapi kalau dikemudikan cowok, kapalnya tenang dan diam. Ishhh… genit kali lah kapal ini. Hahhaaa….

Hmm… Kalau kata Ejie siy, kapal ini gagah, entah apa yang menyebabkannya gagah dalam pandanganku. Perasaan nyaman dan terlindungi, mungkin. Atau pengaruh aku yang tak terlalu feminin yah, merasa kapal ini bagian dari diriku. Whatever they say lah…. tetap sayang si gagah ini!

Kenangan anjungan, ruang yang selalu membuatku takjub akan segala hal yang bisa banyak dikulik. Tercatat dalam ingatan (aaarghh… ingat wajah lupa nama, coba cek di foto Morotai, nanti), bahwa aku dan Sekar adalah peserta pertama dari 400 orang yang sowan ke anjungan. Malam hari, dan banyak cerita lucu karena 1 diantaranya, Sekar akhirnya tak kuat dan mengeluarkan isi perut hasil makan malamnya. Waakkkakaka….

Dapur adalah ruang dimana aku selalu menutupi seluruh wajahku jika berkunjung disana. Disini Pak Taufik adalah orang terbaik dapur yang selalu saja menyisihkan sayur dan lauk untukku. Terkadang lupa makan, keesokan harinya, Pak Taufik selalu saja mengingatkan lauk agar diambil. Lucunya, kalau malam, lauk yang ditinggalkan itu banyak, cukup buat makan seperempat ruang tidurku yang bermuatan 57 orang.

Tapi hampir keseluruhan awak dapur adalah orang-orang yang kan kuingat karena semuanya baik mengingatkanku untuk makan meski kadang juga usil gangguin pakai nasi.

Ruang kesehatan, ini juga ruang favoritku. Tim kesehatan yang bersahabat karena aku selalu bolak-balik ke ruangan ini hanya sekedar mengantarkan teman-teman yang sakit. Itupun kadang aku bisa kenal mereka karena mengantarkannya kesana. Kenal tak kenal, aku juga suka ikut jagain. Kasian siyy… Kan sama-sama jauh dari keluarga, sedang berada di lautan dan mungkin terbiasa ada yang menjaga saat sakit, jika sendiri saat itu, aku bisa merasakannya. Pertemanan bisa diawali dari manapun, kan.. meski diawali dari ruang kesehatan.

Sangat ingat!
Tim kesehatan tak ingin memberikan obat karena menurut mereka aku adalah orang yang bisa bertahan dalam kondisi apapun. Hwuaaaa….. padahal waktu tenggorokanku sakit dan limbung karena kurang darah, aku butuh peredam untuk tenggorokan, tapi tak ada yang kasih.. Pfffthh~
Tak apa… tak apa, tetap sayang sama semua!

R 03 H, 57 nafas pernah hadir dalam 1 ruang ini. Tumplek jadi 1 dan membuahkan berbagai cerita manis di dalamnya. Makan yang seru, ngerumpi polteng, cemilan bareng, tak pernah henti tertawa dan ramai! Ckckkk…. ingat semua kisahnya.

Kantin, tempat jajan yang hampir jarang dikunjungi, karena aku selalu prepare makanan. Tapi ingat kok seminggu terakir malah sering main kesana karena pengen banget minum fanta, meski hanya 2 kali karena tenggorokan yang tak kuat minuman bersoda.

Ruang makan yang tercatat hanya 2 kali masuk, mengingat banyaknya nasi yang bertebaran.

Hanggar helly tempat dimana kami selalu menerima materi yang tak pernah putus. Permainan, olahraga di pagi hari hingga tempat nongkrong malam hari untuk bercerita.

LCVP, LCU, searider, aaarrgh…. kangen kali sama semuanyaaaa…

Ruang mesin, tangga, lorong, kapal yang luas, ombak yang oleng, segala sesuatu berikut manusia yang terlibat didalamnya. Aaaaaakk… ketemu udahan! Tak sabar iniiiiiii…. 😛

Well, well…
Udah ahh… baca aja yak catatan perjalanan Ejie as a hitchhiker dan blogger di pelayaran ini. Perjalanan, petualangan, kesempatan, keberuntungan, rezeki, cerita yang tak ada sama sekali dalam nalar sadarku. Aku tersenyum untuk segala keindahan ini.. 🙂

Allah, terima kasih untuk hadiah kali ini…

1 hal yang ingin ku sharing, jangan pernah melewatkan penasaran untuk hal yang akan membuatmu tersenyum dalam hidup. Ikuti alirannya saja, nikmati segala proses yang berlangsung. Kehidupan akan membawamu pada alur jati dirimu sesungguhnya.

Perjuangan takkan pernah berhenti. Berusaha menjalani yang diberikan Allah, mendapati alam yang memberikan secercah pendaran kehidupannya, membawamu pada nuansa alam yang hanya akan terukir luas dalam dataran relung sabar jiwamu.
*pelajaran laut terhadap hati

Baiklah…. saatnya menatap luasnya lautan lepas dengan penuh senyuman 🙂

Semangat kakaaaaaa…. (jie)

*Catatan jumlah personil saat Morotai dan Pelantara dengan orang yang sama, next story yahh…

Tx to:

1. Kapten Laut (P) Arys Susanto, yang pinjemin wifi-nya buat ejie bisa publish tulisan ini langsung dari KRI Surabaya 591 di perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Piss Kaaapptt, air aqua nya manaaaa… 🙂

2. Kapten Laut (P) Bambang Budiono yang udah kasih info WA nya sambil asik liatin kamera foto-foto. heheheee…

16.52 WIB
Lepas sandar WA (waktu awal) dari dermaga Madura Ujung Koarmatim Surabaya

Tunggu juga cerita ejie tentang keduanya ntaran yak? Bisa penuh profile di edisi jalan seru kali ini. Aaaaaakk… sukaaaaaaaa 😀

plat KRI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s