NANJAK penuh rasa

Cikuray pRu’s Note [30 Sep – 02 Okt 2011]

Aheeemm…
Ejie belum sempet niy lanjut nulis CIKURAY Shelter’s Pink .
Waktu itu, tim kita 6 orang. 3 dari Jakarta, 1 dari Bogor, 1 dari Bandung dan 1 dari Surabaya. Jauh yah?? Ejie juga heran bisa begitu… hehee
Teman baru, sahabat baru, keluarga baru pun berkembang.
Dari 6 orang, pulangnya kami menjadi 18 orang!!
Ckckkkk.. itu semua kenal dari perjalanan di bawah, sampai ke puncaknya looh?? Seru dan rame kan?
Tim kita naik dan turunnya dengan jalur yang sama (28-30 Sept 2012).
Naaaaa….
Pagi tadi, ejie ga sengaja baca tulisan di notesnya pru mas fruu iniiiiih….

Shoook atuh kalo pengen tau perjalanan naik dan turunan Cikuray yang berbeda.
Ini ada panduan berikut tipsnyah…
Hmm.. perjalanannya ini dimulai tahun 2011 lho, jadi jika ada perbedaan dengan kondisi sekarang, ya mangaap yaaak… hahha
Eiah…
Izin juga share tadi sama yg punya tulisan.
Makaciy yah mas fruu… πŸ˜‰
fun reading the notes, guys…. πŸ™‚
***
Sunset at Cikuray
(dok pribadi)
  • Prolog

Udah lama sebenarnya tim Mapala C4 pengin naik gunung lagi. Cuma karena kesibukan kerja dan kuliah, bikin masing2 kita harus selalu pinter-pinter ngatur waktu biar semuanya tersinkronisasi dengan baik.Β  Tapi gimanapun juga memang harus ada yg dikorbankan.

Mapala C4 sebenarnya bukan merupkan wadah organisasi pecinta alam ataw sejenisnya yang teorganisir kayak organisasi-organisasi lain. Mapala C4 terbentuk bila ada tujuan yg pasti, keinginan bersama dan yang lebih penting bujet yang memadai.

Cikuray merupakan target kita yang tertunda. Di ketinggian 2841 Mdpl, merupakan gunung tertinggi ke empat di Jawa Barat. Sedikit sekali testimoni yang bisa kita temuin di web dan rata-rata hampir sama.

Mungkin karena jarang orang yang ingin nanjak ke Cikuray dan ternyata beberapa sumber di web kurang begitu akurat dan bahkan tidak membantu sama sekali. Oleh karena dorongan itu maka, cerita ini diharap bisa sedikit membantu buat siapa aja yang memerlukan info tentang mendaki di Cikuray.

***

  • Rambutan Menuju Pemancar Cikuray

30 September 2011
Perjalanan kami awali di Terminal Kampung Rambutan. Jam 11 malam kta sudah ada di bis jurusan Garut dan mulai meluncur. Nego awal tarif adalah Rp 30.000, tapi pas bis udah jalan, keneknya mintaΒ  Rp 35.000. Akhirnya kita tambahin 10 rb untuk total Rp 300.000 (10 orang) yang kita bayar.

Tips : usahain nawar harga, dan pegang harga yang udah disepakati sebelumnya,.karena kenek maen seenaknya minta tambah dari ongkos yang udah disepakati sebelumnya.

01 Oktober 2011
Jam 03:15 wib

Nyampe di Terminal Guntur. Dari sini kita nyarter angkot tapi bayar Rp 4.000 per orang. Angkot mana aja yang penting maw. Tujuannya adalah portal perkebunan Vi Dayeuh manggung. nyampe jam 04:30 wib.

Dari sini kita nyarter angkot yg kebetulan lewat. Rp 100.000 untuk nganter sampai simpangan terdekat menuju pemancar televisi. (pemancar TPI).

Jam 05:30 wib
Kita turun dari angkot dan mulai jalan menuju pemancar. Menurut kenek angkot, jaraknya cuma 1,5 km melintasi kebun teh, tapi ternyata lebih dari itu dan perjalanan benar-benar menguras tenaga juga waktu. Untung ketmu penduduk lokal yang melintas jadi kita bisa tanya arah tapi yang lebih untung kraena kita bawa Gps (benar-benar bantu ni alat).

Jam 08:40 an wib
Nyampe pemancar.
Pemancar di sini merupakan bangunan kayak rumah dinas gede dengaan pager yang digembok dari dalam. Kayak ga ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Kesannya benar-benar spooky. Di depan bangunan c masih ada plang papan nama. Di situ masih tertulis TPI beserta logonya dengan cat yang udah termakan waktu karena udah agak ngeletek. Dari testimoni-testimoni di web yang katanya bisa ngambil suply air minum di sini, ternyata salah.

Kalo kita menghadap ke bangunan pemancar maka di sebelah kiri ada jalan setapak menanjak, itulah jalur treking yang biasa dilalui. Dari jalur situ pula kita bisa ke satu-satunya sumber mata air. Jadi ada baiknya ngaso dulu aja di depan bangunan pemancar, abis itu baru mulai treking lewat jalur tadi.

  • Petualangan Dimulai

15 menitan kita akan menjumpai kayak pertigaan. Saat itu posisi kita seolah-olah di bagian bukit yang tinggi trus sebelah kiri ada jalur curam ke bawah. Nah ikuti jalur itu sampai nemuin bangunan reservoir, ktia bsa ngambil air di stu. mata airnya kecil tapi ngalir terus. Air hanya ada di sini.

Tips : Alangkah baiknya kalo bisa nyarter pick up dari terminal untuk menju ke pemancar. Hal ini akan menghemat waktu dan tenaga. ( 0821 18655474-ato). Kalo ada yang berpikir untuk pemanasan sebelum nanjak, ataw sekedar pengin nikmatin jalan pagi di kebun teh, mending jangan deh.

Jangan nyarter angkot yang nawarin mo nganter ke lokasi dekat ke pemancar, itu boong. Sayang duitnya. Jaraknya tuh masih terlalu jauh dengan jalanan kebun teh yang bercabang-cabang. Kalo ga make Gps mungkin akan mengalami kesulitan. Untuk diketahui angkot juga maw dibayar per orang, biasanya Rp 3.000 kalo jam narik normal. Kalo masih malam ataw menjelang pagi harga jadi Rp 4.000.

Jam 10:00 wib
Bertolak dari pemancar, 20 menit treking kebun teh ada jalan bercabang. Kiri jalur datar (arah kebun sayur), kanan jalur menanjak (arah hutan). Ambil kanan dan ikuti jalur itu yang akan membawa kita ke puncak Cikuray.

Jalur yang akan dilalui merupakan jalur tanjakan antara 45-80 derajat, dan itu terus-menerus ampe puncak. Jarang sekali terdapat jalur bonus. Bahkan bisa dibilang ga ada sama sekali (kalo pun ada palingan cma 4-5meter). Sebaiknya atur irama treking, istirahat sbntar, ngemil, minum sangat perlu untuk jaga stamina.

Diperlukan waktu skitar 3-4 jam treking untuk sampai di post 1. Dari awal treking ga ada tanda ataw arah petunjuk jalur kayak kalo kita nanjak di Gunung Gede, maka dari itu harus ekstra hati-hati dalam milih jalur, tapi jalurnya cukup jelas sampai ke atas.

Tips : Sempatkanlah untuk bikin petunjuk arah sebelum ke lokasi,.Petunjuk arah akan sangat membantu buat para pendaki setelahnya.

***

  • Puncak Bayangan

Dari pos 1 ke pos 2 (puncak bayangan) sekitar 4 – 5 jam treking. Lamanya waktu treking bisa berubah-ubah tergantung dari yang ngejalanin. Waktu di sini adalah hitungan treking standar dengan kadar istirahat yang cukup.

Jam 17:36 wib
Menjelang maghrib, kita sudah nyampe di puncak bayangan. Istirahat sekitar 1 jam trus lanjut lagi treking ke puncak. Karena kondisi tim yang sudah ga stabil maka sekitar jam 20:50 wib kita ngecamp, posisi tidak diketahui.

***

  • Puncak Cikuray dan Shelter

02 September 2011
Jam 09:00 wib
Kita lanjut perjalanan ke puncak. Pagi di sini ga seperti pagi di gunung-gunung lain. Embun ga begitu banyak, terlihat dari sepatu dan sendal yg ditinggalkan di luar tenda kondisi tetap kering.

20 menit kemudian kita sudah berada di puncak Cikuray 2841 Mdpl. Situasi puncak tidak seindah yang kami bayangkan, kabut menutupi pemandangan sekitar, puncaknya hanya merupakan dataran yang ga cukup luas dengan satu bangunan shelter yg berdiri di situ. Itupun dalam kondisi yang ga terawat.

Sampah sisa-sisa para pendaki banyak yang dibiarkan begitu aja. Ada juga sisa bahan makanan yang sengaja ditinggalkan oleh pendaki sebelumnya. Mungkin dengan tujuan kali aja ada yg mbutuhin. Suasana puncak benar-benar kering dan tanah yg diliputi debu cukup tebal sehingga tiap langkah yg kita buat akan menimbulkan debu berterbangan.

Tips : Kabut dan debu akan menemani kita sepanjang perjalanan (mungkin pas kemarau aja), jadi lebih baik bawa masker ekstra.

***

  • Curamnya Bayongbong, Air dan Terminal Guntur

Jam 10:00 wib
Kita udah mulai turun. Jalur yang kita ambil adalah jalur Bayongbong. Kalo di puncak, kita berdiri membelakangi shelter menghadap ke arah berlawanan kita datang, maka jalur turun yang kita ambil adalah tepat di ujung sebelah kanan.

Kondisi jalur turun hampir sama seperti jalur naik, curam, berdebu dan cukup banyak ranting pohon yang menghalangi jalan. Mungkin karena kebanyakan pendaki memilih jalur yang sama seperti dia naik yaitu yang tembus di pemancar. Setiap pendaki yang kebetulan papasan saat itu memang ga ada yang memilih jalur turun lewat Bayongbong.

Jam 13:18 wib
Kebun penduduk sudah terlihat. Perlu diketahui bahwa kita melakukan istirahat beberapa kali.

Jam 14:16 wib
Istirahat, kita berada di perbatasan antara hutan dan areal kebun penduduk yang ditanami kol/kubis.

Jam 15:33 wib
Kita udah ada di ujung perkebunan. Jalur kebun yang kita lewati benar berdebu kira-kira tebal 5 cm an, jadi kita berjalan dengan jarak yang cukup jauh untuk menghindari debu terhisap terlalu bnyak. Benar-benar harus make masker.

Saat ini adalah musim kemarau. Dari atas sampai bawah ga nemuin adanya air, bahkan saluran air pun kering. Mungkin kalo musim hujan jalanan kebun tadi akan benar-benar becek dan licin.

Air bisa ditemuin pas kita benar-benar udah di kebun bagian bawah, dimana disitu sudah banyak rumah penduduk.

Jam 15:55 wib
Kita sampai di pangkalan, sebuah bangunan tempat penduduk desa ngumpulin susu untuk dibawa oleh mobil tangki susu. Namanya Desa Ciburuy. Disini sama sekali ga terlihat ojek, ataw angkot desa ataw mobil yang lalu-lalang.

Tips : Peka terhadap situasi, harus tau apa yang harus dikerjakan. Peluang pasti selalu ada di depan kita, tinggal gimana kita mengolahnya.

Saat itu kebetulan ada mobil pick up yang parkir dengan satu urusan. Akhirnya kita minta tolong untuk dianter ke jalan raya terdekat yang dilewati angkot tujuan Terminal Guntur. Tawar-menawar harga pun terjadi. Dari Rp 75.000 jadi Rp 50.000, dengan total penumpang 10 orang dan barang bawaan. Benar-benar harga yang murmer. Karena setelah tau, ternyata jaraknya cukup jauh dengan jalan turunan berbatu, rusak dan tidak rata. Indonesia bangetlah pokoknya.

Jam 16:20 wib
Kita udah di angkot menuju Terminal Guntur dengan tarifΒ  Rp 4.000 per orang. 30 mnt kemudian kita udah nyampe di Terminal Guntur.

***

  • Epilog

Note :

  1. Jalur Cikuray merupakan jalur full tanjakan. Air hanya ada di reservoir dekat pemancar.
  2. Dalam perjalanan ini kita membawa 2 botol aqua gede masing-masing orang. Nginep semalam di atas, konsumsi makanan normal, mie rebus, teh, kopi, nasi dll. Dan kita menyisakan 3 botol untuk turunnya.
  3. Atur ritme nanjak, istirahat, dan konsumsi makanan, karena dibutuhkan stamina yang lebih untuk nanjak.
  4. Jangan selalu percaya sama apa yang dikatakan org (pendaki lain), percaya dri aja sama kebersamaan.
  5. Usahain bisa nyarter pick up ampe ke pemancar. Asli benar-benar bisa hemat waktu dan tenaga. Harga kisaran Rp 200.000 – Rp 300.000.
  6. Jangan sewa angkot yang bilangnya maw nganter ke pemancar karena pasti di tengah jalan angkotnya ga kuat nanjak. Kecuali kalo emang maw pemanasan lewat kebun teh menuju pemancar, silahkan aja sewa sembarang angkot untuk diantar sampai jalan terdekat menju pemancar. Kalo dari Terminal Guntur nego aja dengan harga maksimal Rp 150.000. (10 orang + barang).
  7. Kalo maw ngeteng bisa aja dari Guntur naik angkot jarusan Cilawu Rp 4.000/orang. Kalo malam atw menjelang pagi turun di portal perkebunan vi. Dari sini bisa naik ojek kalo pas ada. Kalo nyampenya pagi banget sekitar jam 04:30 wib ga ada ojek, tapi banyak angkot yg lewat. Carter aja buat nganter ampe jalan terdekat menuju pemancar. Kemarin dapat harga Rp 100.000 untuk 10 orang + barang.

Ok gitu aja yang kira-kira bisa di share. (pRu)

Cikuray pRu’s Notes

Sedikit catatan

  • Tulisan ini hanya dirapikan saja. Untuk tulisan asli bisa klik link tersedia.
  • Mungkin ada beberapa perubahan mengenai kondisi, medan, dll. Demikian juga dengan harga carter kendaraannya. karena tulisan dibuat tahun 2011.
  • Sekali lagi, makasiy yah wat pruu mas fruu yang tulisannya boleh taro disini dan dirapiin walo ga semuanya ejie ubah. Takut beda persepsi. Tengs mas… πŸ™‚
Iklan

2 tanggapan untuk “Cikuray pRu’s Note [30 Sep – 02 Okt 2011]”

  1. sorry bang, mas, atau om, pak….
    Apa benar Mapala C4 ini (civil-istn). ?
    kalau iya, saya nggak pernah melarang orang untuk mendirikan atau membuat komunitas apalagi pencinta Alam.. yang saya agak keberatan kalau membawa nama almamater di komunitas anda..
    tolong konfirmasi secepatnya ya… Karena kalau sudah membawa almamater sudah beda lagi urusannya … terima kasih…. (yang peduli almamater dan kepencinta alaman)

    1. wadeuh….
      mas, bang, om bang pak…

      saya hanya meneruskan tulisan teman ini.
      yang punya tulisan adalah mas pru. itu saya kasiy link nya kok. bisa ditanyakan lgsg pd yg pnya tulisan.

      saya share tulisan ttg cikuray nya, karena tulisan saya belom tuntas.. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s