cerita jiwa

Membacamu Dengan Hatiku

Haa??
Aku tak tahu jika tanpa sadar berjalan di belakangmu adalah pemandangan tersendiri bagiku.

Punggung yang bagus, penuh dan berisi.
Jalan yang santai dan ada kesabaran di dalamnya.
Lengan yang kokoh untuk sekadar bergelayut di dekatnya. Huuuftthhh….. aku suka.
Dan tangan yang terkepal bebas, hangat bersahabat, membuatku ingin selalu berada di dalam genggamannya.
Aman dan hangat.

Aku tak tahu, sejak kapan aku memperhatikannya.
Entah mengapa, jika berjalan bersamanya, terkadang aku berada dibelakangnya.
Melambat tanpa sadar.

Dan otak freshku akan mulai membacanya.
Potongan yang simpel.
Penampilan yang rapi dan sederhana. Aku suka stylenya.
Sangat memperlihatkan apa adanya dirimu.

Jalan yang tak terburu-buru pun tak luput dari bacaanku.
Aku bisa mengikuti iramanya.
Ibarat musik, ini adalah waltz. Aku suka.

Perawakan yang tinggi dariku, sosok yang aku suka.
Dan aku akan terus mengamatinya jika saja kau tak menyadarkanku dengan panggilan sabarmu… πŸ™‚

“Ejiee, jangan jalan di belakang. Sini dekat aku. Di sebelah aku donk jalannya,” katamu.

Buru-buru aku berjalan disisinya. Tapi, nafasku sesak.
Kalau aja ada infus tambahan atau ICU terdekat, aku mau deh pake infusnyaaaa…
Ga kukuuuuuu… ahahhahaha πŸ˜›

Berjalan disampingmu ternyata lebih nyaman.
Tapi tak setenang berjalan di belakangmu, sambil mengutak-atik pikiranku, membacamu dari berbagai sisi.
Ahh… sungguh kusuka.

“Allah… jangan biarkan ini hanya menjadi sekelebatan saja. Jika boleh, akuuuu…..”
Do’a kan saja yang baik.. πŸ™‚

Tak kuteruskan, mungkin kau kan lebih mengerti.. πŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s