cerita jiwa

Sapa Bulan, Kangen Bintang

12 Sept 2012

17.20 WIT

Hellydeck KRI Surabaya 591, with myself

Kuterpana

Entah mengapa, ini adalah rutinitasku di kapal hampir dua minggu belakangan ini. Setiap selesai materi, hellydeck yang luas adalah tempat pencarianku. Terkadang sasaran lainnya adalah anjungan. Tetapi karena terlalu gelap dan angin kencang di anjungan atas, aku jarang kesana.

Hellydeck!

Tempat ini adalah favoritku. Masih banyak yang duduk bergerombol, bercengkrama dan bergurau dengan teman-teman Indonesia dari daerah lain. Namun tak sedikitpun yang duduk berdua hanya memandangi luasnya lautan sambil bercerita.

Yap! Kejadian apapun terjadi disini. Sedih, susah, senang dan bahagia. What a wonderfull sailing done. Hhoohoho.. 😀

Pelayaran yang hanya ketemu orang yang hanya itu-itu saja, mampu menumbuhkan berbagai rasa di kapal ini dan beberapa kejadian sempat terekam dalam ingatanku (upps!! I have to keep my mouth. Hehhehehe.. it’s called, lego jangkar. Ahhhaaaaayy… 😀 ).

Ehhmm….

Everthing could be happened to everyone, but not me. Seperti biasa, yang kulakukan kelar materi adalah cari bintaaaaaaaangg…. lihat bulaaaannn.. Emeijing sodara-sodara. Setiap sudut langit tempatnya berada, aku menoleh. Aku mencari-cari dengan mata yang berbinar-binar. Setiap jengkal langit, tak ada yang terlewatkan oleh pandang mataku.

Kutengadahkan pandanganku ke langit, mencarinya!

Ahaaaaa….. sinar yang benderang di satu titik. Bulat dan cerah! Aku sukaaaaaaaa…..

Seakan meneriakkan, “Aku ada disini, Jieee….”

Dan aku tersenyum…. 🙂

Ku putar pandanganku, kembali mencari. 1, 2, 3…. Banyak! Bertaburan di langit. Tapi hanya tiga itu saja yang tiap kali kulihat selalu cerah. Ahhh… sungguh senangnyaaaaaaa…..

Dan aku kembali mendengar sapaan sabarnya, “Aku hadir, Jieee.. Menjagamu dari kejauhan. Tetaplah tersenyum, ceria dan bersemangat ya??”

Kuingat pesannya yang tersampaikan melalui sms, sesaat peran jangkar dinaikkan. “Raih semua kebahagiaan dan tawa disitu..” Pesan diterima 17:34:26, 28/08/12.. Ehh, pesannya masih adaaaaa…… (y)

Mesem-mesem, aku tersenyum dan berkata pada hatiku, “Terima kasih telah menjagaku… Terima kasih selalu ada di kala aku mencarimu. Terima kasih untuk jauh,  namun selalu dekat padaku.”

Bulan, bintaaaang.. aku sayang kamuuuuu…..

Bintang, adakah melihatku?

Bintang, ingatkah padaku?

Bintang, tetaplah berkomunikasi denganku…. Karena aku membutuhkan spiritmu….

Bintang, sinyal yang jeleeekkk, ugkhhh…..! Sebel!!

Dan kutersenyum, ngeles udahan! Hahhhaahah…

#edisi mengingat “Bintang jatuh di dermaga Biawak”, miss u… miss u…. 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s