wisata kota

Ketika Morella Terlewatkan

AWAL, PAGI YANG CERAH

  • Teriakan Morella

“Ejieeeeee….. hayuuu ikutan…. Nyelem kita!” suara Budi yang serak-serak basah bak penyanyi rocker memanggilku. Ada Manda, teman yang hobi snorkling juga di dekatnya.

Semburat Senja Morella, Ambon

Ejie ketawa, mendekat, “Kemana, Bud?”

“Morella, Jie…. Bagus. Yuukk! Bareng nih sama Navy Seal. Gratis, Jie,” promo Budi.

“Ejie mau Budi… tapi udah kadung janji sama teman-teman kelompok bakal pergi bareng. Mau kumpul kita. Nda bisa Ejie ikut. Padahal Ejie pengen euy snorkling,” misuh-misuh.

“Anak laut kok ya main di darat. Ikutan aja, Jie… sebelum nyesal ntar lhoh,” Manda nimbrung, ngelirik Budi.

“Hahaaha…. Ejie pas deh. Next ikutan,” sedikit miris, “Lagian alat snorkel kan masih di Kak Agus. Belum Ejie ambil, Budi…Manda…” lanjutku.

“Udahan, Jie… pake yang ada aja. Manda juga nda bawa kok. Ikut udah yuuukk!” kompor Manda.

“Au ni Ejie. Nyelem aja bingung. Hayulaaahh…brangkat kitaaa” sambung Budi lagi.

Di kejauhan, Gebe’s Team, kelompokku yang berjumlah 23 orang itu, ramai memanggil-mangil.
“Ejieeeeee….buruaaan! Udah ditunggu sama yang lain. Mau turun tuh. Ntar ketinggalan bus,” Dayu yang bertugas sebagai ketua kelompok sibuk memanggil anggotanya yang pada mencar.

“Iyaaaa…” teriakku, “Budi, Manda, Ejie jalan dulu yaaaa.. Maaf euy. Lain kali Ejie gabung deh snorklingnya. Daaaahh…”

Berlalu dari Budi dan Manda, aku tergesa-gesa mengejar rombongan kelompokku yang sudah lebih dulu menuju cardeck, lantai 2 dari kapal KRI Surabaya 591 yang kami naiki.

  • Wisata Kota Ambon

Menikmati hari bersama Gebe’s Team sangat menyenangkan. Tak ada kesedihan. Hanya tawa kegembiraan. Potret sana sini juga cerita. Semua dilakukan dengan ceria. Tak satu sisi pun tersisakan dari jepretan kami. Kemanapun kaki melangkah, selalu ada saja yang diabadikan.

Tempat pertama yang kami datangi di Ambon untuk waktu plesir adalah Museum Siwalima (bacaMuseum Siwalima Ambonred). Kami diterima siang hari oleh pihak museum. Karena beberapa alasan perbaikan dan perapian lokasi dan rehabilitasi gedung, jadi tidak semua koleksi museum yang bisa kami lihat.

Setelah dari Museum Siwa Lima, bus yang kami tumpangi sebanyak 20 bus berjalan menuju lokasi bernama Gong Perdamaian, tepat di tengah Kota Ambon. Gong Perdamaian ini disyahkan pada tahun 2010 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Terletak di kawasan Lapangan Merdeka, pusat Kota Ambon. Gong Perdamaian adalah destinasi yang ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, ajang photo bagi para wisatawan yang berkunjung ke Ambon.
Photo diambil siang hari, pukul 13.00 waktu setempat.

Makan siang dan juga photo-photo dilakukan di sini, tentunya terkendali dengan tetap menjaga kebersihan. Sayang, aku yang tak bisa makan nasi, hanya duduk termenung saja di pojokan depan pintu masuk dekat dengan bus yang berjejer.

Dari Gong Perdamaian, kami diberi waktu untuk jalan kemanapun yang kami mau. Beberapa tempat yang berhasil dibidik dengan kamera antara lain adalah Monumen Christina Martha Tiahahu dan  Mesjid Raya Al-Fatah.

Bangunan masjid terletak diantara perempatan jalan dan dekat dengan pusat jajanan serta oleh-oleh Kota Ambon. Letaknya hanya beberapa kilometer dari Gong Perdamaian.

Kami berpisah untuk beberapa keperluan yang ingin dibeli guna stok di kapal. Ada yang jalan dengan satu daerahnya, ada yang gabung dengan kelompok lain, ada yang mau beli keperluan kacamata karena pecah, sampai ada yang perlu membeli keperluan perut untuk persediaan. Hehehhe…

  • Belanja Kalap ala si Mabok Roti

Kami berjalan mengitari sebagian pusat Kota Ambon dan sempat mampir di beberapa toko pusat oleh-oleh. Terpikir olehku untuk membeli madu, mengingat kondisi kesehatan yang mulai menurun disebabkan kurangnya pasokan air mineral yang dikonsumsi selama di kapal, sehingga tenggorokan pun sudah mulai menunjukkan tanda-tanda radangnya. Tapi begitu melihat botol madu yang bertuliskan “teh botol s***o” aku pun mengurungkan niatku. Haa??? Madu dalam botol itu?!?? Ohh nooo……..  😦

Alhasil, mampirlah kami ke sebuah supermarket dan grauuuuukk….. belanja!!

Horeeee…..

Akhirnya setelah 6 hari perjalanan mengarungi lautan Jakarta-Ambon, ketemu juga supermarket di Ambon. Sungguh, rasanya sudah berbulan-bulan aku tidak menemukan tempat seperti ini. Otakku langsung teringat oleh stok makananku yang ludes diserbu teman-teman sekamarku. Dan…ciaaaattttt…. Rajin tanganku mengambil berbagai keperluan perut yang aku inginkan.

“Rotiii….rotiiiii……” otakku terus bekerja memanggil roti. Hahaaahhha…. Kangennyaaaa .. 😀

Tak kusadari bahwa seorang temanku memperhatikan keasyikanku mengambil ini itu hingga akhirnya ia  mengatakan, “Ejieeeeee…… kamu kalap yah belanjanya?? Segala macam susu, roti, minuman kacang hijau, biskuit dibeli. Emang mau jualan di kapal apa??!?”

“Heheheeee…ya mangaaap atuuhhh…. Ejie kan nda makan nasiiii…. Jadi ya belanjaannya begini ini deh,” jawabku sambil nyengir.

“Ejie di kamar makannya roti dan biskuit doank…. Jadi makluminlah,” Riya si Bude, teman sekamarku membela.

“Ok….. ayo bantu Ejie hunting cemilan kalau gitu,” Jarwo yang sedari tadi cuma mlongo akhirnya ikut bantu sana-sini.

“Ejie, disana ada minuman kacang hijau yang kamu cari itu. Tapi nda ada botol kecilnya lho?” Ferdi Aceh menginfokan minuman yang kucari dari tadi.

“Siippp…..makasih, Fer,” aku berlari ke lorong yang ditunjuknya.

Ahhh…teman-teman yang baik. Tak dimanapun, Allah selalu memberiku teman yang pengertian dengan kondisi makanku yang menurut mereka aneh. Terima kasih Allah untuk semua kebaikan yang telah aku terima dimanapun aku melangkah dengan hadirnya teman-teman disekelilingku…  🙂

Tuhan, karunia-Mu sangat besar. Berkah-Mu yang tak terhingga untuk kunikmati setiap langkah pejalanan Rp 0,- Mu terasa menyejukkan.

Setiap rasa yang kutinggalkan di titik kota ini, ku mengingatMu. Setiap tempat yang kusinggahi disini, Subhanallah, aku bersyukur. Satu rasa yang tercipta bahwa syukurku padaMu akan semua kesempatan yang Kau berikan kan selalu terkenang. Perjuangan keterkungkungan dari segala pengekangan hati, dari ketidakberdayaan rasa, dari pekik kesakitan yang pernah ada, adalah nilai yang kuperoleh saat ini.

Tuhan, untuk semuanya, aku berterimakasih. “Sempatkan aku untuk tetap menatap indahnya dunia lain bersama sahabatku, ceria dan semangat, Ya Allah…” do’a ku dalam hati.

“Ejieee!!” Seseorang mengagetkanku kembali dari perbincanganku dengan hati. “Ditunggu teman-teman…yuk! Lanjut jalan kitaaaa.” Aku tersenyum , berlari untuk bergabung dengan lainnya.

AKHIR HARI,  CARDECK MENUJU RUANG 03 H

Sampai di kapal, KRI Surabaya 591, seorang pendamping, Guntur, bertanya padaku mengenai keberadaan Budi dan Manda.

“Ejie nda bareng mereka?” tanyanya.

“Hooo? Mereka belum ada disini? Bukannya kita udah mau jalan?” aku malah balik bertanya.

“Iya, makanya tanya Ejie. Soalnya tadi lihat kalian ngobrol pagi di hellydeck. Kirain Ejie bareng mereka nyelem.” sambungnya.

“Ejie tadi emang diajakin. Tapi karena janji sama teman kelompok, jadi nda ikutan Budi dan Manda. Coba dihubungin ke teleponnya aja. Mungkin masih dalam perjalanan kesini, “ sahutku.

“Ok, thank’s Ejie… aku coba telpon mereka deh,” Guntur berlalu dariku.

R 011 G, BUDI’S ROOM

  • Budi’s Notes

“Pantai Morella, asik, penduduknya yang ramah, makan ikan bakar, pulang gratis naik pick up, dianterin pula. Blaaa….blaaa..blllaaaaaa…..”

“Budiiiii….aaaaaaaaa….. You make me jealous with Morella!” tanpa kuhindari cemprenganku keluar setelah membaca hariannya.

Budi nyengir. “Diajakin nda mau sih Ejie. Asik tau, Jie…. Rumahnya ala pantai dan kita makan seru disana. Masih seger, panas daaaann kenyang banget!!” ledeknya.

Huaahhh…… segala macam cerita Morella pun keluar dari mulut dan suara rockernya itu.

Beautifull Morella

Huahhhhh lagi!!

Ejie, pelajaran….. bahwa kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Ingat, perjalanan Rp 0,- seharusnya dinikmati, bukan dihindari. Jika pilihanmu adalah darat, nikmati. Namun jika laut adalah hatimu, sadari. Semua adalah pilihanmu, Ejie…

So, don’t be jealous with everthing that might be happened.

Remember that someone told you, enjoyed your life, Ejie…. Happyness is around you. So keep in happy and smile everywhere.

Ya, yaaa, yaaaaaaa…. Akan kuingat hal ini. Ingatanku akan seseorang yang memberikan kalimat bagus  membuatku tetap tersenyum. Selalu!

Terima kasih Allah, untukMu yang selalu ada menemaniku.

Terima kasih Allah, untuknya yang selalu memberikan support atas diriku.

Terima kasih Allah, untuk mereka yang juga ada dalam hatiku dan mengerti aku.

Dan terima kasih Allah, untuk semua berkah dan rezeki yang Engkau limpahkan untukku dalam beberapa tahun belakangan ini. Amin YRA….

#edisi senyum yang berkelanjutan untuknya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s